Di era transformasi digital ini, cermin yang ada di dinding telah digantikan oleh kamera di saku Anda. Kecerdasan Buatan (AI) sedang merevolusi industri kecantikan, dan mungkin tidak ada aplikasi yang lebih menarik daripada Deteksi Bentuk Wajah AI.
Bagaimana Analisis Wajah AI Bekerja
Teknologi: Visibilitas Komputer
Berbeda dengan pengamatan manusia yang subjektif, AI mengandalkan algoritma Visibilitas Komputer yang tepat. Ketika Anda mengunggah foto ke alat seperti Bentuk Wajah Saya, sistem tidak hanya "melihat" wajah; ia memetakan geometri.
68 Titik Landmark Wajah
Sebagian besar model deteksi wajah yang canggih (seperti dlib atau MediaPipe) melacak 68 titik biometrik spesifik di wajah Anda.
- Titik Garis Rahang (1-17): Melacak lengkung tepat dari telinga ke telinga untuk mendeteksi kotak atau bulat.
- Titik Alis (18-27): Mengukur lebar dahi dibandingkan dengan rahang.
- Titik Hidung & Mulut (28-68): Menentukan simetri sentral dan proporsi vertikal (Aturan Pertiga).
Bisakah AI Salah?
Meskipun matematikanya sempurna, masukan mungkin tidak demikian. AI hanya sebaik foto yang diberikan. Kesalahan yang paling umum muncul dari:
Distorsi Lensa
Selfie yang diambil terlalu dekat menyebabkan distorsi "fisheye", membuat hidung terlihat besar dan wajah terlihat lebih sempit dari kenyataan.
Kemiringan & Rotasi
Bahkan sedikit kemiringan 5 derajat bisa membuat wajah "Oval" yang panjang terlihat seperti wajah "Bulat" yang pendek bagi algoritma.
Uji Algoritma
Siap melihat data biometrik Anda? AI kami menganalisis wajah Anda dalam hitungan detik dengan akurasi geometris 99%.
Mulai Analisis AIMasa Depan Kecantikan yang Dipersonalisasi
Mengetahui bentuk wajah Anda bukan sekadar trivia—ini adalah cetak biru untuk gaya Anda. AI sedang menjembatani kesenjangan antara diagnosis dan rekomendasi, menggunakan data untuk menyarankan potongan rambut atau kacamata yang tepat untuk menyeimbangkan fitur Anda secara matematis.